Area TPS di Yogyakarta yang menjadi sumber populasi lalat dan potensi wabah penyakit
Edukasi Warga & Advokasi7 menit baca

Bukan Sekadar Bau: Mengapa Lalat di Sekitar TPS/Kandang Bisa Jadi Sumber Wabah

Oleh Tim MambuwanaDiperbarui

Hubungan antara bau busuk, populasi lalat, dan risiko wabah penyakit. Bagaimana treatment organik memutus siklus lalat di TPS dan kandang.

Lalat: Si Kecil dengan Bahaya Besar

Sedulur mungkin sudah biasa melihat lalat berkerumun di sekitar TPS atau kandang ternak.

Tapi tahukah bahwa satu ekor lalat rumah (Musca domestica) bisa membawa lebih dari 100 jenis patogen berbahaya?

Dari bakteri E. coli, Salmonella, hingga parasit penyebab disentri — semuanya bisa berpindah ke makanan Sedulur hanya dengan satu kali lalat hinggap.

Siklus Lalat dan Bau Busuk

Ada hubungan langsung antara bau busuk dan populasi lalat:

  • Limbah organik membusuk → menghasilkan gas amonia dan H₂S
  • Gas-gas ini MENARIK lalat betina untuk bertelur di sumber bau
  • Satu lalat betina bertelur 500-1.000 telur seumur hidup
  • Telur menetas dalam 12-24 jam → larva (belatung) tumbuh di limbah
  • Dalam 7-10 hari, larva menjadi lalat dewasa → siklus berulang
  • Makin bau = makin banyak lalat = makin banyak penyakit

📹 Video Terkait dari TikTok @mambuwana

Investigasi Titik Mambu — @mambuwana

Penyakit yang Ditularkan Lalat

Lalat yang berkembang biak di TPS dan kandang bisa menularkan berbagai penyakit:

  • Diare dan disentri: E. coli dan Shigella dari kotoran ternak/sampah
  • Kolera: Vibrio cholerae dari air limbah yang terkontaminasi
  • Tipus: Salmonella typhi yang dibawa dari sumber limbah ke makanan
  • Infeksi mata: Trachoma dan konjungtivitis dari kontak langsung
  • Cacingan: Telur cacing parasit yang menempel di kaki lalat
  • Keracunan makanan: Staphylococcus aureus dari kontaminasi silang

Mengapa Insektisida Bukan Solusi?

Menyemprot lalat dengan insektisida kimia memang bisa membunuh lalat dewasa, tapi ini hanya mengatasi gejala tanpa menyentuh akar masalah.

Lalat akan kembali selama sumber bau masih ada.

Belum lagi, residu insektisida berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan, dan lingkungan.

Lalat juga bisa membangun resistensi terhadap insektisida seiring waktu.

📹 Lihat Aksi Mambuwana di Lapangan

Kampanye Lingkungan Bersih — @mambuwana

Solusi Mambuwana: Putus Siklus dari Sumbernya

Treatment organik Mambuwana mengatasi lalat dari akarnya — yaitu sumber bau.

Dengan mengurai senyawa amonia dan gas berbau lainnya, Mambuwana menghilangkan "sinyal" yang menarik lalat untuk bertelur.

Hasilnya: populasi lalat turun secara alami tanpa pestisida.

Mambuwana Powder juga membuat lingkungan tidak cocok untuk larva lalat tumbuh, memutus siklus reproduksi mereka.

Langkah Pencegahan Populasi Lalat

Sedulur bisa melakukan langkah-langkah ini untuk mengurangi populasi lalat:

  • Treatment Sumber Bau: Gunakan Mambuwana di kandang/TPS secara rutin
  • Tutup Tempat Sampah: Jangan biarkan sampah organik terbuka
  • Kelola Kotoran Ternak: Olah jadi pupuk, jangan biarkan menumpuk
  • Pasang Fly Trap: Perangkap lalat mekanis sebagai pendukung
  • Jaga Sanitasi: Bersihkan area secara rutin, terutama di musim hujan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Mambuwana bisa mengurangi populasi lalat?

Ya!

Dengan menghilangkan sumber bau yang menarik lalat bertelur, Mambuwana secara alami mengurangi populasi lalat.

Peternak melaporkan penurunan jumlah lalat hingga 60-80% setelah treatment rutin.

Berapa lama sampai populasi lalat berkurang setelah treatment?

Populasi lalat dewasa mulai berkurang dalam 1-2 minggu setelah treatment rutin Mambuwana, karena siklus hidup lalat adalah 7-10 hari.

Apakah treatment Mambuwana aman untuk hewan peliharaan?

Ya, 100% aman.

Mambuwana terbuat dari bahan organik alami, tidak beracun untuk hewan peliharaan, anak-anak, atau lingkungan.

Lalat Berkerumun di Sekitar Rumah? Atasi Sumbernya!

Treatment organik Mambuwana memutus siklus lalat dari akar masalahnya. Hubungi kami via TikTok @mambuwana!

Artikel Terkait Lainnya