Petugas memeriksa kondisi kandang ayam yang bermasalah dengan gas amonia di Yogyakarta
Edukasi & Solusi Peternak9 menit baca

Penyebab Ayam Sering Sakit dan Mati Mendadak? Waspada Gas Amonia Tinggi!

Oleh Tim MambuwanaDiperbarui

Waspada bahaya gas amonia tinggi di kandang! Kenali ciri-ciri keracunan amonia pada ayam, dampak finansial, dan solusi pencegahannya.

Gas Amonia: Pembunuh Diam-Diam di Kandang

Sedulur peternak, pernah mengalami ayam yang tiba-tiba lemas, tidak mau makan, lalu mati mendadak?

Sebelum menyalahkan penyakit atau cuaca, coba cek dulu kadar amonia di kandang.

Gas amonia (NH₃) adalah gas beracun yang terbentuk dari dekomposisi kotoran ternak.

Meski tidak berwarna, baunya sangat menyengat dan bisa dirasakan pada kadar di atas 25 ppm.

Kalau Sedulur sudah "kebal" dengan bau kandang, bukan berarti amoniak-nya hilang — justru itu tanda bahaya!

Fakta Ilmiah: Dampak Amonia pada Unggas

Penelitian menunjukkan dampak serius gas amonia pada unggas berdasarkan kadar konsentrasinya:

  • 10-15 ppm: Iritasi ringan pada mata dan saluran pernapasan
  • 20-25 ppm: Penurunan nafsu makan, pertumbuhan melambat hingga 7%
  • 25-50 ppm: Kerusakan serius pada trakea dan paru-paru ayam
  • 50-75 ppm: Kerusakan jaringan paru-paru permanen, risiko kematian tinggi
  • Di atas 100 ppm: Kematian massal dalam beberapa jam
  • Ayam petelur: produksi telur bisa turun 10-15% pada kadar 25 ppm

📹 Video Terkait dari TikTok @mambuwana

Solusi Bau Amonia — @mambuwana

Ciri-Ciri Keracunan Amonia pada Ayam

Kenali tanda-tanda awal keracunan amonia pada ternak Sedulur:

  • Mata berair dan merah — tanda iritasi konjungtiva
  • Ayam bersin-bersin dan batuk
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Pertumbuhan melambat (berat badan tidak sesuai umur)
  • Bulu kusam dan rontok
  • Ayam mengumpul di satu sudut (menghindari area dengan amonia tinggi)
  • Produksi telur turun tiba-tiba
  • Kematian mendadak tanpa gejala penyakit yang jelas

Kerugian Finansial Akibat Amonia Tinggi

Jangan anggap remeh, Lur.

Untuk peternakan 5.000 ekor ayam broiler, kadar amonia tinggi bisa menyebabkan: penurunan FCR (Feed Conversion Ratio) yang berarti pakan boros, peningkatan mortalitas 5-15% (artinya 250-750 ekor mati sia-sia), penurunan berat panen 100-200 gram per ekor, dan biaya pengobatan yang membengkak.

Kalau dihitung, kerugian bisa mencapai puluhan juta rupiah per siklus panen!

📹 Lihat Aksi Mambuwana di Lapangan

Treatment Kandang Ayam — @mambuwana

Solusi: Treatment Organik Mambuwana

Kabar baiknya, masalah amonia bisa diatasi secara organik tanpa bahan kimia.

Tim Mambuwana menyediakan treatment lengkap: Mambuwana Liquid untuk penanganan cepat (bau berkurang dalam hitungan jam), Mambuwana Powder untuk pencegahan jangka panjang (ditaburkan di litter kandang), dan konsultasi manajemen kandang untuk optimalisasi ventilasi dan kebersihan.

Pencegahan: 5 Langkah Anti-Amonia

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan Sedulur mulai sekarang:

  • Bersihkan kotoran rutin dan jangan biarkan menumpuk
  • Optimalkan ventilasi kandang — pastikan sirkulasi udara lancar
  • Gunakan Mambuwana Powder sebagai campuran litter preventif
  • Monitor kelembapan kandang (idealnya 50-70%)
  • Lakukan treatment Mambuwana Liquid setiap 2-3 hari

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kadar amonia yang berbahaya untuk ayam?

Kadar di atas 25 ppm sudah mulai merusak saluran pernapasan ayam.

Idealnya, kadar amonia di kandang harus di bawah 10 ppm untuk kesehatan optimal.

Bagaimana cara mengukur kadar amonia di kandang?

Gunakan alat pengukur gas amonia (ammonia detector) yang tersedia di toko peralatan peternakan.

Atau sebagai indikator sederhana: jika bau sudah tercium menyengat saat masuk kandang, kadarnya sudah di atas 25 ppm.

Apakah Mambuwana bisa mencegah kematian ayam akibat amonia?

Treatment rutin Mambuwana terbukti menjaga kadar amonia tetap rendah.

Peternak yang menggunakan Mambuwana melaporkan penurunan mortalitas hingga 30%.

Ayam Sering Sakit? Cek Amonia Kandangmu!

Tim Mambuwana siap bantu treatment organik ke kandang Sedulur. Konsultasi gratis via TikTok @mambuwana!

Artikel Terkait Lainnya